Home / News

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:56 WIB

Pertemuan Jumhur-Liu Zhenmin Pertegas Komitmen Indonesia-Tiongkok Bangun Masa Depan Hijau

BARADUPA.COM – JAKARTA.   Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menerima kunjungan kehormatan (Courtesy Call) Special Envoy for Climate Change Republik Rakyat Tiongkok, HE Liu Zhenmin, di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juli 2026.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Tiongkok di bidang perubahan iklim, perlindungan lingkungan hidup, transisi energi, dan pembangunan hijau sebagai tindak lanjut Joint Statement on Deepening Comprehensive Strategic Cooperation antara kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Tiongkok menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama dalam implementasi Persetujuan Paris dengan tetap berpegang pada prinsip Common but Differentiated Responsibilities and Respective Capabilities (CBDR-RC), sekaligus mendorong negara-negara maju memenuhi komitmen pendanaan, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas bagi negara berkembang. Indonesia dan Tiongkok juga sepakat mempererat koordinasi menjelang berbagai forum internasional untuk memperjuangkan kepentingan bersama negara-negara berkembang.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat menegaskan, Indonesia mengusung paradigma “Growth through Environmental Protection”, yaitu menjadikan perlindungan lingkungan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pasar karbon, keanekaragaman hayati, ekonomi sirkular, dan keadilan iklim.

Baca Juga  Firli Bahuri Raih Gelar Doktor Hukum, Lulus Summa Cumlaude dengan IPK 4,0

“Perlindungan lingkungan harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Indonesia siap memperkuat kerja sama dengan Tiongkok untuk menghadirkan solusi nyata bagi aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan,” kata Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur mengatakan, Indonesia dan Tiongkok memiliki tanggung jawab bersama sebagai dua negara berkembang besar untuk menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan perubahan iklim global tanpa mengabaikan kebutuhan pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Indonesia meyakini bahwa perlindungan lingkungan bukan merupakan beban pembangunan, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu kami mengusung paradigma Growth through Environmental Protection, yaitu membangun kesejahteraan melalui perlindungan lingkungan hidup, dengan memastikan bahwa manfaat ekonomi hijau dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat,” kata Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur menjelaskan, Indonesia saat ini tengah mengembangkan pendekatan baru yang mengintegrasikan mitigasi, adaptasi, dan prosperity sebagai tiga pilar aksi iklim nasional.

Pendekatan tersebut akan diperkuat melalui pengembangan pasar karbon, kredit keanekaragaman hayati (biodiversity credit), mekanisme pembagian manfaat (benefit sharing), dan penguatan prinsip Climate Justice sebagai dasar pembangunan berkelanjutan Indonesia,” kata Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat

Baca Juga  Forum PBB Bahas Sahara Maroko, Teguh Santosa Tekankan Hak atas Pembangunan

Sementara itu, Special Envoy for Climate Change Republik Rakyat Tiongkok, HE Liu Zhenmin, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia dalam agenda pembangunan hijau dan menegaskan kesiapan Tiongkok untuk memperluas kerja sama praktis di bidang perubahan iklim, energi bersih, teknologi hijau, sistem peringatan dini, ekonomi sirkular, serta perlindungan lingkungan.

Pertemuan juga membahas penguatan kerja sama antara lain dalam pengembangan energi terbarukan, pasar karbon, pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy), perlindungan keanekaragaman hayati, hilirisasi mineral kritis, riset bersama, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Indonesia dan Tiongkok sepakat menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut melalui koordinasi teknis yang lebih intensif guna menghasilkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

Pertemuan ini semakin mempertegas komitmen Indonesia dan Tiongkok untuk memperkuat kemitraan strategis dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon, ketahanan iklim, serta perlindungan lingkungan hidup yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Share :

Baca Juga

News

Teguh Santosa: Tiga Soal Utama Papua, Percepatan Pembangunan, Pemberantasan Korupsi, dan Penanganan Kekerasan KKB

News

ARS LAW FIRM Kawal Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Anak di Konawe, Minta Penanganan Segera Dituntaskan

News

Forum PBB Bahas Sahara Maroko, Teguh Santosa Tekankan Hak atas Pembangunan

News

Komunikasi Dua Arah Jadi Strategi Bakom RI Dekatkan Pemerintah dengan Rakyat

News

Pelantikan Pengurus PAN se-Sultra Siap Digelar, Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir

News

Firli Bahuri Raih Gelar Doktor Hukum, Lulus Summa Cumlaude dengan IPK 4,0

Komunitas

MAHACALA UHO Tuan Rumah TWKM XXXV, 350 Mahasiswa Siap Datang ke Sultra

News

Teguh Santosa: UKW Bukan Basa-basi, Pers Jangan Produksi Suara Bising