Home / Komunitas

Senin, 6 Juli 2026 - 20:34 WIB

Antrean Pertalite Picu Keresahan, HIPPMAKOT Minta APH Turun Tangan

BARADUPA.COM – KENDARI.   Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kota (HIPPMAKOT) Kota Kendari menyampaikan keprihatinan mendalam atas fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Kendari dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat, memicu kemacetan, dan menimbulkan keresahan akibat sulitnya memperoleh BBM jenis bensin, khususnya Pertalite. Fenomena antrean panjang ini juga telah banyak diberitakan dan terpantau di sejumlah SPBU di Kota Kendari.

Ketua Umum HIPPMAKOT Kota Kendari menyatakan bahwa pemerintah, Pertamina, dan aparat penegak hukum harus segera memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab terjadinya antrean panjang tersebut. Masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi distribusi dan ketersediaan BBM agar tidak memunculkan spekulasi di tengah publik.

“Kami meminta bersama instansi terkait untuk menyampaikan secara transparan apakah antrean ini murni disebabkan keterlambatan distribusi, berkurangnya stok, meningkatnya konsumsi, atau terdapat faktor lain yang menyebabkan pasokan BBM terganggu,” Ketua Umum HIPPMAKOT Kendari , tegasnya.

Baca Juga  Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

HIPPMAKOT Kota Kendari juga mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam tata niaga BBM. Dugaan adanya penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM harus diusut secara profesional berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga tidak merugikan masyarakat luas.

Menurut HIPPMAKOT, apabila terdapat oknum yang dengan sengaja memanfaatkan kondisi kelangkaan demi keuntungan pribadi atau kelompok, maka tindakan tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan masyarakat yang harus ditindak secara tegas sesuai peraturan perundang-undangan.

Selain itu, HIPPMAKOT meminta Pemerintah Kota Kendari, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, BPH Migas, dan Pertamina untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM di seluruh SPBU agar penyaluran berjalan tepat sasaran, adil, dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Teguh Santosa Tegaskan Dukungan JMSI untuk HPN 2027 di Lampung

HIPPMAKOT Kota Kendari menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai penyebab antrean panjang serta langkah konkret pemerintah dalam menjamin ketersediaan BBM. Apabila dalam waktu dekat tidak ada penjelasan maupun solusi yang jelas, HIPPMAKOT mempertimbangkan untuk melakukan audiensi maupun aksi penyampaian aspirasi sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan publik.

“BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat. Negara wajib menjamin distribusi yang adil, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan rakyat.”
HIPPMAKOT Kota Kendari.

Share :

Baca Juga

Komunitas

AMPH Sultra Soroti Akuntabilitas Dana Desa Poaroha, Laporan Resmi Dilayangkan ke Ombudsman

Komunitas

Lima Kegiatan Anggaran Desa Poaroha Disorot, Aliansi Desak Ombudsman Turun Lapangan

Komunitas

MAHACALA UHO Tuan Rumah TWKM XXXV, 350 Mahasiswa Siap Datang ke Sultra

Komunitas

Teguh Santosa Tegaskan Dukungan JMSI untuk HPN 2027 di Lampung

Komunitas

PWI Sultra Sambut Program News Room, Dorong Transformasi Digital Organisasi

Komunitas

JMSI Konawe Segera Hadir, Sarman Dimandatkan Pimpin Proses Pembentukan

Komunitas

Aksi di Polda Sultra, SAC Minta Dugaan Tambang Emas Ilegal di Bombana Diusut Tuntas

Komunitas

Tambang Batu Diduga Kembali Beroperasi di Timbala, Imalak Sultra Desak Polda Turun Tangan