BARADUPA.COM – PADANG. Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sumatera Barat secara resmi memulai babak baru kepengurusan setelah melalui prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Gubernur Sumbar pada Sabtu (29/8). Perhelatan ini dihadiri oleh perwakilan Gubernur Sumatera Barat, pKetua DPRD Sumbar, pejabat daerah, tokoh pers, serta para pemilik media siber di “Ranah Minang”.
Dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan oleh Ketua Bidang Organisasi PP JMSI, Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si., Ketua Umum Pengurus Pusat JMSI, Dr. Teguh Santosa, MA, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan tonggak penting bagi penguatan media siber di Provinsi Sumatera Barat yang kaya akan tradisi, budaya, dan nilai-nilai demokrasi lokal . Ia menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung, namun memberikan apresiasi tinggi atas semangat kolektif para pengelola media di daerah tersebut.
Teguh menitipkan mandat besar bagi pengurus baru untuk menjawab tantangan era digital melalui tiga pilar utama. Pilar pertama adalah membangun ekosistem media siber yang sehat, yang menciptakan keseimbangan antara kebebasan pers, keberlanjutan bisnis, dan perlindungan publik dari informasi menyesatkan.
Pilar kedua fokus pada penguatan kapasitas profesional. Menurut Teguh, profesionalisme bukan hanya soal teknologi atau tampilan situs, melainkan kemampuan jurnalistik yang akurat, investigasi yang etis, serta manajemen media yang sehat dari sisi bisnis. Pilar ketiga adalah membangun kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga akademisi, tanpa mengorbankan independensi jurnalistik.
“Tugas yang kalian emban bukan sekadar simbol organisasi, melainkan tanggung jawab nyata untuk mengimplementasikan nilai profesionalisme, etika, dan keberlanjutan,” tegas Teguh Santosa dalam pesan tertulisnya.
Teguh juga menginstruksikan pengurus untuk segera membentuk tim kerja fokus yang menangani etika, verifikasi, pelatihan, hingga advokasi hubungan eksternal. Ia berharap JMSI Sumbar dapat menyusun program kerja tahunan yang konkret dan berbasis kebutuhan anggota sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik. “Saya percaya, dengan kepemimpinan yang tepat, JMSI Sumatera Barat dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun media siber yang berkontribusi pada demokrasi lokal yang sehat,” tutupnya.















