Home / News

Kamis, 2 Oktober 2025 - 15:09 WIB

Adhi Yaksa Pratama Hadiri Coffee Morning Polda Sultra, Tekankan Sinergi Pers dan Penegak Hukum

BARADUPA.COM – KENDARI.   Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Adhi Yaksa Pratama, menghadiri kegiatan Coffee Morning bersama insan pers yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Sultra di Balai Wartawan Polda Sultra, Kamis (2/10/2025).

Coffe Morning kali ini, Polda Sultra menggandeng berbagai media. Baik media Cetak, Online, dan Televisi dan berbagai Ketua Asosiasi Perusahaan Media serta Ketua Profesi Wartawan di Sultra.

Kegiatan dilembaga yang dipimpin Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, mengusung tema “Dalam Menciptakan Silaturahmi Bersama Insan Pers”. Program ini merupakan agenda rutin Polda Sultra untuk mempererat komunikasi dan sinergitas dengan media.

Bagi Adhi Yaksa Pratama, kegiatan ini menjadi undangan formal perdana setelah dirinya resmi menjabat sebagai Ketua JMSI Sultra periode 2025–2030, menggantikan M. Nasir Idris.

Baca Juga  Kemenimipas Tegas, 346 WNA Bermasalah Ditindak Lewat Operasi Nasional

Dalam sambutannya, Adhi Yaksa menyampaikan apresiasi kepada Polda Sultra yang secara konsisten menjalin silaturahmi dengan insan pers.
“Kegiatan Coffee Morning bersama insan pers yang diselenggarakan Polda saya kira sudah cukup baik selama ini. Terima kasih. Hanya saja pada kegiatan sebelumnya saya belum sempat hadir, seperti yang digelar Direktorat Krimsus,” ujarnya.

Tapi secara umum, hubungan Polda dengan JMSI sudah berjalan cukup bagus. Lebih lanjut, Adhi menekankan bahwa sinergi antara pers dan aparat penegak hukum perlu terus ditingkatkan.

Menurutnya, peran wartawan sangat penting dalam menyampaikan informasi yang faktual kepada masyarakat, sementara JMSI hadir sebagai wadah media siber untuk memperkuat fungsi tersebut.

Baca Juga  Kasus Dugaan Korupsi Sekretariat DPRD Konawe Utara Bergulir, Eks Sekwan Dipanggil Polisi

Ketua PWI Sultra, Sarjono mengapresiasi kepada pihak kepolisian yang telah memberi ruang dialog terbuka. Ia juga menegaskan bahwa perbedaan organisasi di tubuh pers bukanlah pemisah, melainkan kekayaan yang mempererat persahabatan.

“Dimanapun kita bertemu, tidak ada sekat perbedaan organisasi. Yang kita cari adalah persamaan, yaitu bagaimana meningkatkan profesionalisme kita dalam bekerja demi kepentingan publik,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi rutin yang tidak hanya dilakukan ketika muncul persoalan, tetapi juga saat suasana kondusif. “Kalau bertemu hanya karena ada masalah, itu seperti pemadam kebakaran. Justru lebih baik kita bersilaturahmi dalam kondisi normal, sebagai tanda kita sama-sama merasa membutuhkan kebersamaan,” jelasnya.

Share :

Baca Juga

Beranda

Kemenkum Sultra Serahkan Sertifikat EBT, Budaya Barata Kahedupa Dapat Perlindungan Hukum

News

Mahasiswa dan Pria Asal Wolasi Dilaporkan Terkait Dugaan Penggelapan Motor

Komunitas

Teguh Santosa Sebut Ideologi Pembangunan Prabowo Jawaban atas Paradoks Indonesia

News

Rich Club Kendari Disorot Soal Legalitas Live DJ, Pemerintah Diminta Cek Izin

Beranda

Kasus Eks Sekwan Konawe Utara Belum Tuntas, MAP HUKUM Desak Polda Bergerak Cepat

News

Kasus Dugaan Korupsi Sekretariat DPRD Konawe Utara Bergulir, Eks Sekwan Dipanggil Polisi

Komunitas

UKW PWI Konawe Angkatan I Resmi Ditutup, 25 Wartawan Dinyatakan Kompeten

News

Dugaan BPJS hingga Gaji Tersendat, BEM UHO Minta Disnaker Sultra Turun Tangan