Home / Komunitas / News

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:36 WIB

JMSI Tegaskan Media Daerah Kunci Jembatani Kebijakan Ekonomi Biru

BARADUPA.COM – JAKARTA.   Potensi ekonomi biru Indonesia besar, tetapi belum bergerak sepadan di tingkat daerah. Jurang antara kebijakan nasional dan implementasi di wilayah pesisir, kepulauan, dan perbatasan masih menjadi titik lemah pembangunan.

Persoalan itu mengemuka dalam Dialog Strategis Nasional “Ekonomi Biru Indonesia: Menjembatani Kebijakan Nasional dengan Implementasi Daerah” yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat, Beyond Borders Indonesia, dan Pemkab Maluku Tenggara di Universitas Sahid, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Ketua Umum JMSI Pusat Teguh Santosa menegaskan, ekonomi biru akan terus berhenti sebagai wacana jika suara daerah tidak masuk dalam arus utama kebijakan nasional. Media daerah, menurut dia, harus berfungsi sebagai penguji realitas kebijakan.

“Media daerah menentukan apakah kebijakan pusat benar-benar bekerja di lapangan atau hanya berhenti di dokumen,” kata Teguh.

Baca Juga  JMSI Sultra Kecam Dugaan Tekanan terhadap Wartawan, UU Pers Jadi Rujukan

JMSI, lanjut dia, memposisikan diri sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan kondisi riil daerah melalui penguatan narasi media lokal, distribusi konten lintas provinsi, serta penjagaan standar etika dan profesionalisme pers.

Dialog menghadirkan sejumlah pakar, antara lain Guru Besar UI Martani Huseini, Guru Besar Politeknik AUP Maman Hermawan, serta Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun. Forum diikuti akademisi, mahasiswa, wartawan, dan anggota JMSI.

Hanubun memaparkan Maluku Tenggara sebagai contoh wilayah dengan potensi ekonomi biru dan pariwisata yang tumbuh konsisten. Sepanjang 2025, kunjungan wisata ke Kepulauan Kei terus meningkat, dengan puncak pada Juli–Oktober seiring musim liburan nasional dan penguatan promosi digital.

Baca Juga  Pengurus JMSI Sumbar Dilantik, Tantangan Membangun Media Siber Sehat Menanti

Data Pemkab mencatat destinasi terpadat dikunjungi wisatawan, yakni Air Terjun Soindrat (18.275 pengunjung), Bukit Indah Bombay (16.275), Air Terjun Bombay (14.250), Pantai Ngursarnadan (13.851), dan Pantai Ngurtafur (10.910). Wisatawan didominasi domestik dan lokal, dengan wisatawan mancanegara meningkat signifikan pada semester kedua 2025.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Victor E. Budhi Toffi menegaskan Langgur berperan sebagai simpul utama transportasi dan layanan publik melalui Bandara Karel Sadsuitubun (LUV), sekaligus pintu awal seluruh pengalaman wisata Kei.

Forum ini menegaskan satu pesan penting bahwa tanpa media daerah yang aktif dan kritis, ekonomi biru berisiko terus menjadi jargon pembangunan, bukan mesin kesejahteraan.

Share :

Baca Juga

News

Kebakaran Lahan di Nanga-Nanga Kendari, TNI-Polri dan Damkar Bergerak Cepat

News

GREAT Institute: Visi “Jalan Raya Pasifik” Prabowo Terobosan Doktrin Geopolitik Maritim 

News

Komisi III DPR RI Angkat Bicara soal Media Simpul Indonesia Dilaporkan PT GMS

Komunitas

JMSI Sultra Kecam Dugaan Tekanan terhadap Wartawan, UU Pers Jadi Rujukan

News

Yusran Akbar Instruksikan Penguatan Personel dan Sarpras Hadapi Karhutla serta Kekeringan

Komunitas

Pengurus JMSI Sumbar Dilantik, Tantangan Membangun Media Siber Sehat Menanti

News

Presiden Terima Delegasi Tiongkok, Indonesia Tegaskan Peran sebagai Stabilizing Power di Kawasan

News

Barata Kahedupa Gelar Peringatan Maulid Nabi, Lakina Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi