Home / News

Kamis, 29 Agustus 2024 - 05:25 WIB

Bantuan 8 Unit Pompa ABT Sudah Terdistribusi di Desa Watulawu, Amonggedo

BARADUPA.COM – KONAWE.  Sesuai arahan dari  Mentan Amran Sulaiman agar Tim Satgas Pompanisasi dan PAT di seluruh daerah setiap hari memantau langsung perkembangan pendistribusian mesin pompa.

Pada Senin (26 Agustus 2024)  Tim Satgas BSIP Sultra kembali turun ke areal persawahan kelompok tani (Poktan) penerima bantuan mesin pompa air di Kabupaten Konawe tepatnya di desa Watulawu, Kecamatan  Amonggedo.

Petani di Desa Watulawu yang memiliki hamparan sawah tadah hujan seluas 180 ha merupakan penerima manfaat bantuan pompa. Jumlah pompa ABT di desa Watulawu yang sudah terdistribusi dan tiba dilokasi sebanyak 8 unit kapasitas 4 inci. Salah satu kelompok tani penerimanya adalah kelompok tani Tirta Jaya 1.

Baca Juga  UKW PWI Konawe Angkatan I Resmi Ditutup, 25 Wartawan Dinyatakan Kompeten

Menurut PPL setempat Dwi Astuti, S.ST. bahwa memasuki musim tanam kedua ini petani sangat kesulitan dengan pengairan di lahan sawahnya, sehingga petani siap memanfaatkan bantuan pompa ini agar petani bisa panen.

“Diharapkan dengan adanya pompanisasi dapat menambah luas areal tanam seluas 23 Ha. Bila pemanfaataan pompa dan ketersediaan sumber air selain irigasi dapat terkelola dengan baik, tentunya petani sendiri yang akan menikmati hasilnya terutama dalam meningkatkan produktivitasnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pj. Bupati Konawe, Stanley,  dalam arahannya pada saat penyerahan bantuan pompa kepada kelompok tani penerima manfaat yang berlangsung di pelataran kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Konawe, Selasa 20 Agustus 2024 lalu mengungkapkan bahwa Pertumbuhan ekonomi di Konawe memang kontribusinya dari sektor pertanian ada sekitar 12 % berdasarkan data Pemda. Dalam menghadapi cuaca dan iklim yang ekstrim ada 2 iklim yang memberikan dampak yakni intensitas hujan dan kemarau atau dikenal dengan lanina dan elnino. Untuk Sultra hampir tidak bisa terdeteksi kapan musim hujan dan kemarau datang.

Baca Juga  Teguh Santosa Sebut Ideologi Pembangunan Prabowo Jawaban atas Paradoks Indonesia

“Akibat adanya pengaruh cuaca ekstrim yang menyebabkan cuaca tidak menentu. Yang terpenting, Saat ini kita menjaga ketahanan pangan, mudah-mudah dari luas baku sawah di Kab. Konawe bisa memberikan stok pangan tidak perlu mengimpor dari daerah atau provinsi lain,” harapnya.

Share :

Baca Juga

Komunitas

Jaringan Media Siber Indonesia Warning Anggota Soal Penggunaan Nama Organisasi

News

Eks Buruh PT Hillcon Mengadu ke DPRD Sultra, Tuntut Hak Segera Dibayar

News

Iduladha Penuh Berkah, Bahtra Banong Kurban Sapi Super di Konawe

News

Keluhan Penghuni Baito Permai Mengemuka, Perbaikan Disebut Tak Pernah Terealisasi

News

Polda Sultra Tegaskan Penahanan Pendemo Smelter PT SCM Sesuai Bukti dan SOP, Bukan Kriminalisasi

News

Indonesia Kecam Serangan terhadap Rumah Sakit, Tegaskan Fasilitas Medis Bukan Target Militer

Artikel

Buku Radikalisme Sultra Dorong Strategi Pencegahan Berbasis Akademik

News

Lembaga Adat Barata Kahedupa Dapat Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis