Home / Beranda / News

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:33 WIB

Sanggahan IMALAK Sultra: Klarifikasi Pihak PT GMS Dinilai Tak Menjawab Substansi Persoalan

BARADUPA.COM – KENDARI.   Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus Sulawesi Tenggara (IMALAK Sultra) pada Senin (22/06/2026), menyampaikan sanggahan terkait pernyataan yang disampaikan pihak yang mengaku sebagai orang kepercayaan PT Gerbang Mitra Sejahtera (GMS).

Sanggahan tersebut merespons klaim yang menyebut bahwa video kondisi sungai keruh yang beredar di masyarakat merupakan rekaman lama serta berasal dari wilayah Desa Sangi-Sangi, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan.

Menurut La Ode Muhammad Zulyarson pernyataan tersebut tidak menjawab substansi tuntutan yang selama ini disampaikan organisasi mahasiswa tersebut. IMALAK Sultra menegaskan bahwa fokus tuntutan mereka berkaitan dengan dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi di wilayah Desa Ulu Sawa, Kecamatan Laonti, bukan di Desa Sangi-Sangi sebagaimana yang disampaikan dalam klarifikasi tersebut.

“Kami menilai klarifikasi yang disampaikan justru berupaya mengalihkan fokus persoalan. Yang menjadi perhatian dan tuntutan IMALAK Sultra adalah dugaan pencemaran lingkungan di Desa Ulu Sawa. Oleh karena itu, pihak perusahaan seharusnya memberikan penjelasan terkait kondisi lingkungan di lokasi yang kami soroti, bukan membahas lokasi yang berbeda,” tegas La Ode Muhammad Zulyarson

Baca Juga  Presiden Terima Delegasi Tiongkok, Indonesia Tegaskan Peran sebagai Stabilizing Power di Kawasan

La Ode Muhammad Zulyarson menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dan temuan yang diperoleh dari masyarakat, air sungai yang mengalami perubahan warna dan tingkat kekeruhan di sekitar wilayah yang menjadi perhatian mereka mengalir langsung menuju kawasan laut. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak terhadap ekosistem pesisir serta aktivitas masyarakat yang bergantung pada sumber daya perairan.

Lebih lanjut, IMALAK Sultra menegaskan bahwa perdebatan mengenai waktu pengambilan video maupun lokasi yang berbeda tidak boleh mengaburkan tuntutan utama, yakni perlunya investigasi menyeluruh oleh instansi yang berwenang terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi di kecamatan Laonti

“Kami tidak sedang memperdebatkan video lama atau baru. Yang kami tuntut adalah adanya pemeriksaan lapangan secara terbuka dan independen terhadap kondisi lingkungan di Desa Ulu Sawa. Jika memang tidak ada pencemaran, maka hal itu harus dibuktikan melalui hasil investigasi yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” lanjutnya.

Baca Juga  Dana Ratusan Miliar Untuk Pagar Pembatas TNWK Harus Transparan

IMALAK Sultra kembali mendesak pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, serta aparat penegak hukum untuk segera turun ke lapangan guna melakukan verifikasi fakta dan pengujian kualitas air pada wilayah yang diduga terdampak. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian informasi kepada masyarakat sekaligus mencegah berkembangnya polemik yang berkepanjangan.

Sebagai organisasi mahasiswa yang konsisten mengawal isu lingkungan, IMALAK Sultra menegaskan akan terus mengawasi perkembangan persoalan ini hingga terdapat kejelasan hasil investigasi dari pihak berwenang. Organisasi tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengedepankan data, fakta, dan hasil pemeriksaan ilmiah dalam menyikapi persoalan lingkungan hidup.

“Kami meminta semua pihak untuk tidak menggiring opini yang dapat menyesatkan publik. Fokus utama yang harus dijawab adalah kondisi lingkungan di Desa Ulu Sawa dan dugaan dampak yang ditimbulkan terhadap sungai serta wilayah pesisir di sekitarnya. Karena itu, kami mendesak agar dilakukan investigasi secara transparan dan independen,” tutup La Ode Muhammad Zulyarson.

Share :

Baca Juga

Artikel

Sara Barata Kahedupa Pantau Hutan Ihi, Jaga Warisan Adat dan Kelestarian Alam

News

Kebakaran Lahan di Nanga-Nanga Kendari, TNI-Polri dan Damkar Bergerak Cepat

News

GREAT Institute: Visi “Jalan Raya Pasifik” Prabowo Terobosan Doktrin Geopolitik Maritim 

News

Komisi III DPR RI Angkat Bicara soal Media Simpul Indonesia Dilaporkan PT GMS

Komunitas

JMSI Sultra Kecam Dugaan Tekanan terhadap Wartawan, UU Pers Jadi Rujukan

Artikel

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

News

Yusran Akbar Instruksikan Penguatan Personel dan Sarpras Hadapi Karhutla serta Kekeringan

Komunitas

Pengurus JMSI Sumbar Dilantik, Tantangan Membangun Media Siber Sehat Menanti