Home / Komunitas / News

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:40 WIB

Aksi Renungan Moral AMAN Sultra, Soroti Rapuhnya Sistem Pengamanan Tahanan di Kolut

BARADUPA.COM – KENDARI.   Insiden memilukan pembobolan ruang tahanan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kolaka Utara yang berujung pada melarikan dirinya 11 orang tahanan memicu gelombang kekhawatiran publik di Sulawesi Tenggara. Merespons rapuhnya sistem pengamanan tersebut, Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sultra menggelar aksi renungan moral dan doa bersama tepat di depan gerbang Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sultra di Kendari, Selasa 7/7/2026 malam.

Aksi simbolik di bawah temaram nyala lilin tersebut digelar sebagai respons atas pelarian massal para tersangka tindak pidana di Kolaka Utara. Peristiwa kaburnya tahanan ini menjadi tamparan keras sekaligus potret nyata melemahnya pilar supremasi hukum di Bumi Anoa saat ini.

Ketua AMAN Sultra, Firman Adhyaksa, dalam orasi moralnya menegaskan bahwa gerakan malam ini merupakan desakan langsung agar Kapolda Sultra mengambil langkah tegas dan mengevaluasi total jajarannya, menyusul peristiwa yang mencoreng citra institusi penegak hukum tersebut.

Baca Juga  Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

“Gerakan simbolik malam hari ini lahir atas bentuk kesadaran dari beberapa pimpinan lembaga, sebagai bentuk dukungan moral kami selaku putra daerah Provinsi Sulawesi Tenggara kepada Kapolda agar lebih giat lagi dalam memberantas peredaran narkotika, judi online, dan beberapa tindakan kriminal lainnya. Isu paling utamanya adalah penegakan supremasi hukum di Sultra yang kami nilai melemah. Tugas dan tanggung jawab Kapolda harus kembali menjadi pilar utama,” tegas Firman Adhyaksa

Kasus kaburnya 11 tahanan dari rutan Polres Kolaka Utara yang memanfaatkan kelalaian penjagaan lewat ventilasi udara dinilai sebagai bukti konkret rapuhnya pengawasan internal kepolisian di tingkat daerah. Masalah ini menjadi perhatian khusus pemuda karena para buronan merupakan pelaku tindak kejahatan yang semestinya diadili demi keadilan para korban dan masyarakat kecil.

Ketua Umum Konsorsium Aktivis Nasional (KORAN) Sultra, Alief Cheshar, mengutarakan bahwa kehadiran mereka melingkari lilin di depan pintu gerbang utama Mapolda Sultra sengaja dirancang agar disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan tinggi kepolisian daerah sebagai bahan refleksi yang mendalam.

Baca Juga  Barata Kahedupa Gelar Peringatan Maulid Nabi, Lakina Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi

“Dengan adanya kegiatan doa bersama ini, tentunya sama-sama disaksikan oleh aparat penegak hukum langsung di depan Mapolda Sultra. Ini bisa menjadi bahan refleksi kita bersama, tentang bagaimana penegakan hukum di Sulawesi Tenggara itu bisa dijalankan dengan seadil-adilnya. Karena maraknya kejadian-kejadian yang tentunya bersifat murni ketidakadilan bagi masyarakat kecil yang ada di sini,” ungkap Alief Cheshar penuh harap.

Aksi moral tersebut berjalan dengan sangat damai, tertib, dan penuh khidmat. Duduk melingkar di bahu jalan, AMAN Sultra berharap nyala lilin yang mereka bawa mampu menerangi komitmen aparat kepolisian untuk segera menangkap kembali sisa tahanan yang masih buron di kawasan pegunungan Kolaka Utara, sekaligus mengembalikan marwah hukum di Sulawesi Tenggara.

Share :

Baca Juga

News

Kebakaran Lahan di Nanga-Nanga Kendari, TNI-Polri dan Damkar Bergerak Cepat

News

GREAT Institute: Visi “Jalan Raya Pasifik” Prabowo Terobosan Doktrin Geopolitik Maritim 

News

Komisi III DPR RI Angkat Bicara soal Media Simpul Indonesia Dilaporkan PT GMS

Komunitas

JMSI Sultra Kecam Dugaan Tekanan terhadap Wartawan, UU Pers Jadi Rujukan

News

Yusran Akbar Instruksikan Penguatan Personel dan Sarpras Hadapi Karhutla serta Kekeringan

Komunitas

Pengurus JMSI Sumbar Dilantik, Tantangan Membangun Media Siber Sehat Menanti

News

Presiden Terima Delegasi Tiongkok, Indonesia Tegaskan Peran sebagai Stabilizing Power di Kawasan

News

Barata Kahedupa Gelar Peringatan Maulid Nabi, Lakina Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi