Home / News

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:23 WIB

Lepas 5.109 Mahasiswa KKN, UHO Tekankan Adaptasi dan Solusi bagi Masyarakat

BARADUPA.COM – KENDARI.   Pusat Media UHO, Universitas Halu Oleo (UHO) kembali melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dan KKN Tematik Angkatan II Tahun 2026. Pelepasan berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026, di Auditorium H.A.E. Mokodompit, Kampus UHO Kendari. Sebanyak 5.109 mahasiswa akan berada ke sejumlah kabupaten di Sulawesi Tenggara untuk menjalankan program pengabdian kepada masyarakat selama 30 hari, sekaligus mengasah kemampuan mereka beradaptasi dan berkontribusi langsung di tengah kehidupan warga desa.

Program KKN Reguler tahun ini diikuti oleh 3.799 mahasiswa yang tergabung dalam 264 kelompok. Peserta berasal dari 14 fakultas, dengan komposisi terbanyak berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebesar 30,38 persen, disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) sebesar 22,72 persen, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebesar 10,29 persen. Para peserta akan disebar ke tujuh kabupaten, yaitu Konawe Selatan, Konawe, Bombana, Kolaka Utara, Kolaka, Kolaka Timur, dan Konawe Utara.

Baca Juga  Forum BRICS, Indonesia Kritik Negara Maju yang Tinggalkan Tanggung Jawab Iklim

Berbeda dengan KKN Reguler, KKN Tematik dirancang sebagai bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang terintegrasi dengan program KKN. Pada angkatan ini, terdapat 80 judul PkM yang telah disetujui dan didanai, melibatkan 1.310 mahasiswa dan didampingi oleh 481 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sebaran judul PkM KKN Tematik ini terbagi ke beberapa wilayah, dengan Kota Kendari menjadi lokasi terbanyak sebanyak 41 judul, disusul Konawe Selatan 19 judul, Konawe 18 judul, serta Konawe Kepulauan dan Bombana masing masing 1 judul.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., berpesan agar mahasiswa harus mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat dan memahami adat istiadat setempat. Mahasiswa akan berinteraksi dengan masyarakat yang beragam, baik dari segi usia maupun latar belakang pendidikan. Oleh karena itu ia mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat, serta membangun kesan bahwa mahasiswa UHO benar-benar berkontribusi bagi kemajuan desa.

Baca Juga  Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

“Jangan sekadar mengimplementasikan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah. Lebih dari itu, mahasiswa harus mampu mengidentifikasi persoalan yang ada di masyarakat, sehingga dapat ditemukan solusi atas persoalan tersebut,” tambahnya. Dengan pelepasan yang disimbolkan dengan pemasangan jas almamater ini, ribuan mahasiswa UHO diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat di tujuh kabupaten penempatan KKN Reguler maupun wilayah sasaran KKN Tematik di Sulawesi Tenggara.

Share :

Baca Juga

News

GREAT Institute: Visi “Jalan Raya Pasifik” Prabowo Terobosan Doktrin Geopolitik Maritim 

News

Komisi III DPR RI Angkat Bicara soal Media Simpul Indonesia Dilaporkan PT GMS

News

Yusran Akbar Instruksikan Penguatan Personel dan Sarpras Hadapi Karhutla serta Kekeringan

Komunitas

Pengurus JMSI Sumbar Dilantik, Tantangan Membangun Media Siber Sehat Menanti

News

Presiden Terima Delegasi Tiongkok, Indonesia Tegaskan Peran sebagai Stabilizing Power di Kawasan

News

Barata Kahedupa Gelar Peringatan Maulid Nabi, Lakina Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi

News

Adhi Yaksa Soroti Laporan terhadap Wartawan Simpul Indonesia: Utamakan Mekanisme Pers

News

CEO PT JNP Tak Hadir dalam Pemeriksaan Dugaan Intimidasi Wartawan, Polisi Layangkan Panggilan Kedua