BARADUPA.COM – WAKATOBI. Puncak peringatan Milad Barata Kahedupa ke-766 berlangsung meriah di Kamali Barata Kahedupa, Jumat (7/8/2026). Perayaan yang telah dimulai sejak 5 Agustus 2026 itu menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga adat istiadat, budaya, sejarah, serta mendorong kemajuan pariwisata di Kabupaten Wakatobi.
Selama tiga hari pelaksanaan, panitia menggelar berbagai perlombaan tingkat pelajar yang mengangkat nilai-nilai keagamaan dan budaya. Beragam kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan para peserta, sekaligus menjadi wadah memperkenalkan nilai-nilai adat kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Puncak perayaan dihadiri Bupati Wakatobi, Wakil Bupati Wakatobi, Lakina Barata Kahedupa beserta seluruh perangkat adat, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Plt. Sekretaris mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Seksi Taman Nasional Wakatobi, Ketua Bawaslu Wakatobi, Camat Kaledupa, Camat Kaledupa Selatan, Kapolsek Kaledupa, Kapolsek Kaledupa Selatan, Kepala Bank Sultra Cabang Wakatobi, serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se-Pulau Kaledupa.

Dalam sambutannya, Lakina Barata Kahedupa La Ode Saidin, S.Pd., menegaskan bahwa Barata Kahedupa merupakan mitra strategis pemerintah, bukan lembaga yang berdiri sebagai pesaing. Menurutnya, keberadaan Barata Kahedupa memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan adat, budaya, agama, serta sejarah yang diwariskan oleh para leluhur.
“Barata Kahedupa bukan saingan pemerintah, melainkan mitra pemerintah dalam melestarikan adat, budaya, agama, dan sejarah di Pulau Kaledupa maupun Kabupaten Wakatobi,” ujar Lakina.
Ia juga mengajak seluruh pemangku adat agar bersama-sama menjaga keseragaman pelaksanaan adat di seluruh wilayah Pulau Kaledupa sesuai dengan warisan leluhur yang telah menjadi pedoman Barata Kahedupa.
“Mari kita jaga dan lestarikan adat budaya Kaledupa. Jika ada kritik atau saran terhadap pelaksanaan adat, mari kita duduk bersama membahasnya di Barata Kahedupa agar tidak terjadi simpang siur. Aturan yang kami susun berpedoman pada adat dan sejarah yang diwariskan para leluhur, bukan dibuat-buat,” tegasnya.

Lakina turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Wakatobi atas dukungan yang terus diberikan terhadap lembaga adat, sehingga berbagai tradisi dan nilai budaya dapat terus dilestarikan serta dikenalkan kepada generasi muda.
“Terima kasih kepada pemerintah daerah atas perhatian dan kemitraannya. Semoga adat istiadat dan budaya warisan leluhur terus terjaga dan semakin berkembang di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Wakatobi H. Haliana, S.E. menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat sektor pariwisata, salah satunya melalui hadirnya penerbangan TransNusa rute Bali–Wakatobi yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.
Ia mengungkapkan bahwa pada 22 Agustus mendatang, Pemerintah Kabupaten Wakatobi akan menggelar pertemuan bersama para pelaku pariwisata di Bali guna membangun kolaborasi promosi destinasi wisata Wakatobi.
“Kami berharap wisatawan yang berada di Bali dapat tertarik berkunjung ke Wakatobi. Karena itu kami membangun kerja sama dengan para pelaku pariwisata di sana agar promosi bisa dilakukan secara bersama,” kata Haliana.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya Barata Kahedupa, untuk terus mengambil peran dalam mendukung kemajuan pariwisata dengan tetap menjaga kelestarian budaya serta meningkatkan kesiapan berbagai sektor pendukung.
“Kami mengajak Lakina, Barata Kahedupa, seluruh masyarakat, pelaku UMKM, penyedia penginapan, restoran, transportasi hingga pemandu wisata agar terus berbenah. Wisatawan yang datang harus merasa nyaman, mendapat pelayanan terbaik, dan membawa kesan positif tentang Wakatobi,” ujarnya.
Menurut Haliana, keberadaan lembaga adat tidak hanya berperan menjaga tradisi dan budaya, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.
“Terima kasih atas kemitraan yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Wakatobi dan Barata Kahedupa. Milad ini hendaknya menjadi momentum refleksi untuk menyempurnakan apa yang masih kurang, memperkuat gotong royong, menjaga lingkungan, serta terus melestarikan adat dan budaya demi kemajuan Wakatobi,” tuturnya.
Peringatan Milad Barata Kahedupa ke-766 pun berlangsung penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Perayaan ini menjadi pengingat akan panjangnya sejarah Barata Kahedupa sekaligus mempertegas komitmen seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga identitas budaya sebagai warisan leluhur, sekaligus menjadikannya kekuatan dalam mendukung pembangunan dan kemajuan pariwisata Kabupaten Wakatobi.















