Home / News

Sabtu, 10 Juni 2023 - 23:05 WIB

Ikut Penilaian Konvergensi Penurunan Stunting, Pemkab Konawe Libatkan Beberapa Stakeholder

BARADUPA.COM – KONAWE.  Pemerintah Kabupaten Konawe mengikuti penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

8 aksi konvergensi penurunan stunting ini meliputi analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, peraturan pendukung, pembinaan kader pembangunan manusia, sistem manajamen data, pengukuran dan publikasi, review kinerja tahunan.

Edwar Ariano (Kabid Rencana Strategis, Dinas Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Konawe) mengatakan “dalam mencegah dan menurunkan kasus stunting di Kabupaten Konawe ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan peran pemerintah desa dan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait”

Selain itu edwar menambahkan bahwa Pemda Konawe juga mendukung keterlibatan pihak eksternal melalui aksi inovasi yang digagas melalui “orang tua asuh stunting”

Baca Juga  UHO Terima Penghargaan JMSI Sultra Award, Dr. Herman: Ini Untuk Civitas Akademika

Sekda Konawe, Ferdinand Sapan mengungkapkan bahwa langkah strategis mitigasi kasus stunting dimulai dengan deteksi dini, Menurutnya ada dua konsep pengukuran Stunting yaitu Pengukuran yang melibatkan tim independen dan pengukuran yang melibatkan Pemprov serta Pemkab.

“Semua program terkoneksi dengan langkah mitigasi stunting baik sektor pertanian, kesehatan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana, hingga lintas instansi lainnya” jelas Ferdinand.

Disamping itu, J. Robert Kepala Bappeda Sultra selaku Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mengungkapkan, penilaian kinerja ini bertujuan untuk mengukur tingkat kinerja pemerintah daerah kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting.

Baca Juga  Indonesia Tunjukkan Kekompakan di SEA Games, FWK: Bisa Terapkan di Penanganan Bencana

“Kegiatan ini sekaligus sebagai media untuk mengingatkan kabupaten/kota bahwa ada prioritas nasional yang harus dikerjakan bersama-sama” Kata Robert.

Ia juga memaparkan bahwaTarget Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2024 Indonesia harus prevalensi stunting di bawah 14 persen. Untuk Provinsi Sultra di tahun 2022 baru mencapai angka 27,7 persen, sehingga perlu kerja keras untuk mencapai target menurunkan angka stunting hingga 3 sampai 4 persen di setiap tahunnya.

Share :

Baca Juga

Komunitas

JMSI Kolaka Raya Soroti Kemacetan dan Kecelakaan, Usulkan Pos Lantas di Kecamatan Pomalaa

Komunitas

Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Positif, Great Institute Tekankan Penguatan Pemerataan

Komunitas

UHO Terima Penghargaan JMSI Sultra Award, Dr. Herman: Ini Untuk Civitas Akademika

Artikel

Aksi Militer AS Culik Maduro Dinilai Picu Instabilitas Politik Global

Komunitas

Indonesia Tunjukkan Kekompakan di SEA Games, FWK: Bisa Terapkan di Penanganan Bencana

Komunitas

JMSI Sultra Talk: Andri Darmawan Soroti Tantangan Pers di Era Digital

News

Musyawarah APDESI Cabang Kolaka, H. Binsar Terpilih Jadi Ketua

Komunitas

JMSI Sultra Award 2025: I Made Asmaya Jadi Tokoh Representasi Keberagaman dan Simbol Pluralisme Daerah