Home / News

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:27 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Sekretariat DPRD Konawe Utara Bergulir, Eks Sekwan Dipanggil Polisi

BARADUPA.COM – KENDARI.   Dugaan praktik korupsi di lingkup Sekretariat DPRD Kabupaten Konawe Utara mulai menyeruak ke permukaan. Selasa (05/05/2026).

Nama mantan Sekretaris Dewan (Sekwan), Siharto K. Panto, kini menjadi sorotan setelah dipanggil oleh penyidik Polda Sulawesi Tenggara.

Pemanggilan tersebut berkaitan dengan dugaan Tindak Pidana Korupsi pada belanja pengadaan barang dan jasa di Sekretariat DPRD Konawe Utara untuk Tahun Anggaran 2024 hingga 2025 periode yang kini tengah ditelusuri aparat penegak hukum.

Berdasarkan dokumen yang dihimpun, undangan klarifikasi dilayangkan oleh penyelidik Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sultra sejak 21 April 2026.

Agenda pemeriksaan bahkan telah dijadwalkan pada 30 April 2026.

Baca Juga  Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Meski pihak kepolisian menyebut proses tersebut masih sebatas “klarifikasi”, langkah ini dinilai sebagai pintu masuk untuk mengungkap dugaan penyimpangan anggaran yang lebih besar.

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sultra, Kompol Sarwo Agung Edi Wibowo, menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut belum masuk tahap pemanggilan resmi.

“Masih undangan klarifikasi,” ujarnya singkat.

Namun, pernyataan tersebut justru memicu tanda tanya publik. Pasalnya, undangan klarifikasi dalam kasus korupsi kerap menjadi fase awal sebelum status hukum seseorang meningkat menjadi saksi, bahkan tersangka.

Jika dugaan ini terbukti, maka potensi kerugian negara bisa mencapai angka signifikan, mengingat anggaran sekretariat DPRD mencakup berbagai kebutuhan operasional dan pengadaan strategis.

Baca Juga  PWI Sultra Sambut Program News Room, Dorong Transformasi Digital Organisasi

Menariknya, mantan Sekwan tersebut diketahui telah memenuhi undangan klarifikasi. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun perkembangan status hukumnya.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik di Sulawesi Tenggara. Transparansi dan keseriusan aparat penegak hukum kini dipertaruhkan, terutama dalam membongkar dugaan praktik korupsi di lembaga legislatif daerah.

Apakah ini hanya sebatas klarifikasi, atau awal dari terbongkarnya skandal besar di tubuh DPRD Konawe Utara? Publik menunggu langkah tegas berikutnya dari Polda Sultra.

Share :

Baca Juga

News

Dari Aksi Greenpeace hingga Ancaman Karhutla, Pemerintah Tegaskan Komitmen Lingkungan

News

Teguh Santosa: Tiga Soal Utama Papua, Percepatan Pembangunan, Pemberantasan Korupsi, dan Penanganan Kekerasan KKB

News

ARS LAW FIRM Kawal Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Anak di Konawe, Minta Penanganan Segera Dituntaskan

News

Forum PBB Bahas Sahara Maroko, Teguh Santosa Tekankan Hak atas Pembangunan

News

Komunikasi Dua Arah Jadi Strategi Bakom RI Dekatkan Pemerintah dengan Rakyat

News

Pelantikan Pengurus PAN se-Sultra Siap Digelar, Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir

News

Firli Bahuri Raih Gelar Doktor Hukum, Lulus Summa Cumlaude dengan IPK 4,0

Komunitas

MAHACALA UHO Tuan Rumah TWKM XXXV, 350 Mahasiswa Siap Datang ke Sultra