Home / Beranda / News

Senin, 7 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Kampanye RD-FPK di Tongauna Utara dihadiri Ratusan Emak-emak

BARADUPA.COM – KONAWE.  Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Konawe nomor urut 2, Rusdianto – Fachry Pahlevi Konggoasa (RD-FPK) terus bergerak meraih simpati masyarakat.

Kali ini, Tim RD – FPK menggelar kampanye tatap muka dengan warga Kecamatan Tongauna Utara di bertempat di Desa Andalambe, Minggu 6 Oktober 2024 malam.

Kampanye RD – FPK di Desa Andalambe berbeda dengan kampanye sebelumnya. Di Tongauna Utara, pertemuan tatap muka ini dihadiri oleh kaum hawa atau emak – emak.

Ketua Tim Pemenangan Rusdianto – Fachry, H. Irawan Laliasa dalam orasi politiknya menyampaikan bahwa paslon nomor urut 2 memiliki berbagai program yang pro rakyat, khususnya emak- emak.

Sehingga kata dia, jika RD-FPK terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Konawe pada 27 November mendatang, emak – emak sudah bisa membantu perekonomian keluarga melalui bantuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Bagaimana caranya, nanti calon ibu Bupati yang sampaikan karena sesama perempuan tentu sudah saling memahami apa yang menjadi permasalahan emak-emak saat ini,” kata Irawan Laliasa.

Baca Juga  Sambut HUT RI ke-81, Kodim 1417/Kendari Gelar Beragam Lomba untuk Pererat Kebersamaan

Mewakili suaminya yang tidak sempat hadir dalam kegiatan tersebut, Sinthia Pertiwi Rusdianto menyampaikan apa yang menjadi program unggulan RD – FPK jika diberi amanah memimpin Konawe ke depan.

Di hadapan ratusan emak- emak, Sinthia Pertiwi menyampaikan bahwa paslon nomor urut 2, RD – FPK memiliki beberapa program yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Seperti pendidikan gratis, jaminan kesehatan gratis, bedah rumah tidak layak huni, peningkatan kesejahteraan aparatur desa maupun kelurahan, bantuan dana block grant dan mobil operasional setiap desa/ kelurahan serta penambahan kuota pupuk subsidi bagi petani.

“Untuk aparatur desa dan kelurahan hingga tingkat RT – RW, guru ngaji, imam masjid dan petugas adat itu akan diberikan insentif minimal Rp 1juta perbulan dan itu langsung ditransfer ke rekening masing-masing,” jelasnya.

“Khusus guru ngaji dan imam masjid diberikan hadiah tambahan berupa umrah gratis,” sambungnya.

Untuk kaum emak-emak lanjut Sinthia, RD – FPK akan memberikan peluang untuk membantu perekonomian keluarga melalui bantuan dana block grant sebesar Rp.200 juta pertahun bagi setiap desa dan kelurahan.

Baca Juga  Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

“Jadi ibu-ibu yang punya usaha, apakah itu jual sembako, sayur, atau usaha lainnya bisa menggunakan anggaran tersebut. Tinggal dirapatkan dengan pemerintah desa atau kelurahan. Jadi sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurut Sinthia, program bantuan block grant ini juga bisa meringankan beban ibu rumah tangga. Tidak lagi berpikir untuk meminjam uang bunga untuk menambah modal usaha.

“Ibu-ibu tidak perlu lagi ambil uang koperasi. Pemerintah akan memberikan modal usaha bagi ibu-ibu melalui dana block grant itu,” ujarnya.

Oleh karenanya, istri Rusdianto ini memohon doa dan dukungan masyarakat Kecamatan Tongauna Utara agar RD – FPK bisa merealisasikan apa yang menjadi visi misinya. Karena kata dia, semua program pro rakyat RD-FPK bisa terlaksana apabila masyarakat memberikan amanah untuk memimpin Konawe lima tahun ke depan.

“Bantu RD-FPK agar bisa merealisasikan semua programnya. Caranya, pada 27 November nanti, datang ke TPS dan Coblos Nomor 2,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Artikel

The Death of Expertise

Artikel

Sara Barata Kahedupa Pantau Hutan Ihi, Jaga Warisan Adat dan Kelestarian Alam

News

Kebakaran Lahan di Nanga-Nanga Kendari, TNI-Polri dan Damkar Bergerak Cepat

News

GREAT Institute: Visi “Jalan Raya Pasifik” Prabowo Terobosan Doktrin Geopolitik Maritim 

News

Komisi III DPR RI Angkat Bicara soal Media Simpul Indonesia Dilaporkan PT GMS

Komunitas

JMSI Sultra Kecam Dugaan Tekanan terhadap Wartawan, UU Pers Jadi Rujukan

Artikel

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

News

Yusran Akbar Instruksikan Penguatan Personel dan Sarpras Hadapi Karhutla serta Kekeringan