Home / Artikel

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Mahasiswa KKN Reguler Berdampak Batch II UHO Dorong Digitalisasi UMKM melalui Pengenalan dan Pembuatan QRIS di Desa Lapasi-Pasi

BARADUPA.COM – KOLAKA UTARA. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch II Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan program pengenalan dan pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Lapasi-Pasi, Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara, Selasa (4/8/2026).

Program tersebut merupakan upaya mendorong digitalisasi UMKM sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan sistem pembayaran non-tunai di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan sosialisasi mengenai manfaat penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran yang praktis, cepat, aman, dan efisien. Dengan QRIS, konsumen dapat melakukan transaksi menggunakan berbagai aplikasi dompet digital maupun layanan mobile banking tanpa perlu membawa uang tunai.

Baca Juga  Sara Barata Kahedupa Pantau Hutan Ihi, Jaga Warisan Adat dan Kelestarian Alam

Tidak hanya memberikan edukasi, mahasiswa KKN juga mendampingi para pelaku UMKM dalam proses pendaftaran hingga penerbitan QRIS. Pendampingan tersebut dilakukan agar para pelaku usaha dapat langsung memanfaatkan sistem pembayaran digital dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa penggunaan QRIS diharapkan mampu memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing UMKM di era ekonomi digital. Selain memudahkan transaksi, sistem pembayaran digital juga dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap usaha yang dijalankan.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Lapasi-Pasi. Sejumlah pelaku UMKM mengaku terbantu dengan adanya pendampingan tersebut karena kini memiliki alternatif metode pembayaran yang lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Baca Juga  Barata Kahedupa Gelar Peringatan Maulid Nabi, Lakina Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi

“Dengan adanya QRIS, pelanggan menjadi lebih mudah melakukan pembayaran. Kami juga merasa usaha yang dijalankan lebih mengikuti perkembangan zaman,” ujar salah seorang pelaku UMKM setempat.

Melalui program kerja tersebut, Mahasiswa KKN Reguler Berdampak Batch II Universitas Halu Oleo berharap digitalisasi UMKM tidak hanya menjadi tren, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan QRIS, UMKM di Desa Lapasi-Pasi diharapkan mampu berkembang lebih maju, inklusif, dan siap bersaing di era digital.

Share :

Baca Juga

Artikel

The Death of Expertise

Artikel

Sara Barata Kahedupa Pantau Hutan Ihi, Jaga Warisan Adat dan Kelestarian Alam

Artikel

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Artikel

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Artikel

Dwi-Kewarganegaraan dan Gagasan Besar Presiden Prabowo tentang Indonesia Global

Artikel

Dari Lengkong, Kita Belajar Arti Kemerdekaan

Artikel

Teguh Santosa Sebut Revolusi Kuba Warisan Perlawanan terhadap Dominasi Asing

Artikel

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi