Home / News

Jumat, 27 Juni 2025 - 15:43 WIB

RDP Komisi III DPRD Konawe: RSUD Diminta Perbaiki Pelayanan dan Maksimalkan Fasilitas

BARADUPA.COM – KONAWE.   Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan diskriminatif dalam pelayanan kesehatan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD ) terhadap pasien umum yang dilayani.

Turut hadir dalam RDP, Ketua dan anggota Komisi III DPRD Konawe, Humas RSUD Konawe, perwakilan BPJS Kabupaten Konawe, Dewan Pengawas RSUD Konawe, dr. Noval Kurniawan, Aspin SH. , MH sebagai pasien yang sempat menjalani perawatan di ruang UGD RSUD konawe yang diduga di Diskriminatif dan keluarga pasien hamil prematur.

Didepan undangan RDP, Aspin menyampaikan kronologi sebagai yang sempat menjalani perawatan di ruang UGD RSUD Kabupaten konawe pada hari sabtu, 14 juni 2025.

Ia menduga terdapat indikasi kuat adanya perlakuan yang tidak setara.

“Saya selaku pasien mengaku tidak mendapatkan ruang rawat inap sebagaimana mestinya, meskipun 5 kali menyerahkan dokumen administrasi berupa KTP, ” ujarnya.

Ironisnya, hingga malam hari sekitar pukul 23.Wita , ia belum mendapatkan informasi atau kepastian penanganan lanjutan, hingga akhirnya memilih untuk keluar dari RS dalam keadaan sakit dan tidak berdaya.

Baca Juga  HMKS Minta Evaluasi Total PT GAP Sebelum RKAB Disetujui

Yang paling disesalkannya adalah ucapan oknum dokter yang menyampaikan bahwa dirinya “menjadi cemas, gelisah dan stres karena sedang sakit dan cocoknya dirawat di Psikiater. ”

“Apakah pantas seorang dokter menyampaikan pernyataan seperti itu kepada pasien? Ucapan tersebut tidak hanya menyakitkan secara pribadi, tetapi menunjukan kurangnya empati dan profesionalitas yang seharusnya menjadi prinsip utama dalam pelayanan medis, ” ujar Aspin.

Menurutnya, jika seorang Advokat saja bisa diperlakukan seperti ini, maka bagaimana nasib masyarakat kecil atau kategori awam yang berada di Pelosok Konawe.

Ketua Komisi III DPRD Ginal Sambari kepada awak Media menyampaikan RDP ini merupakan tindak lanjut surat masuk dari laporan dari saudara Aspin pada tanggal 17 juni 2025.

“Dari laporan saudara Aspin kita sahuti. Mungkin dari sekian masyarakat baru saudara Aspin yang baru melakukan laporan, dan RDP ini juga ada keluarga pasien lainnya yang di wakili oleh Restu ” ujarnya, usai RDP di Gedung Gusli Topan Sabara, Kamis (26/6/2025).

Baca Juga  Dugaan Setoran Tambang Ilegal Bombana Menguat, AMAN Sultra Minta Polda Bertindak

Dari hasil RDP ini, ada beberapa poin yang menjadi kesimpulan pertama pelanggaran kode etik, tata kelola di RSUD konawe harus di tingkatkan baik dari segala pelayanan dan sisi keuangan serta fasilitas yang harus dimakasimalkan.

Kedua miskomunikasi dalam pelayanan, ketiga pernyataan seorang oknum dokter yang disesalkan, ke empat kurangnya alat memadai seperti alat pernapasan, ke lima pasien BPJS yang menjadi prioritas, ke enam Pihak RSUD menyampaikan permintaan maaf melalui media.

“Karena masih banyaknya alat -alat yang kurang dan itu menjadi catatan DPRD, kami akan sampaikan yang akan jadi kebutuhan rumah sakit, ” ujarnya.

Selain itu, DPRD konawe juga akan mendorong RSUD Konawe agar pelayanan RSUD konawe lebih maksimal.

“Karena itu bagian dari kewajiban kita semua bagaimana pelayanan rumah sakit yang sesuai kita harapkan, “pungkasnya.

Share :

Baca Juga

News

Jubir Gerindra yang Juga Anggota Mahkamah Kehormatan DPR RI Pastikan Penyaluran Sertifikat PTSL Tepat Sasaran di Kendari

Komunitas

HMKS Minta Evaluasi Total PT GAP Sebelum RKAB Disetujui

Komunitas

Aksi Berlanjut, Koalisi Aktivis Sultra Tagih Ketegasan Kapolda Evaluasi Kapolres Kolut

Komunitas

Aksi Renungan Moral AMAN Sultra, Soroti Rapuhnya Sistem Pengamanan Tahanan di Kolut

News

Syamsul Ibrahim Pantau Langsung Kesiapan Arena Kontingen Pramuka Konawe di Cibubur

News

Hadiri Workshop AKPSI, Wabup Konawe Dorong Penguatan Pengelolaan Sawit dan Kesejahteraan Daerah Penghasil

News

Webinar Nasional Ungkap Peran Strategis Koperasi Lindungi UMKM dari Pinjol Ilegal

Komunitas

Proyek Rehabilitasi DAS BPKH Kendari Diduga Sarat Konflik Kepentingan