Home / News

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:48 WIB

Soroti Dugaan Penimbunan BBM, AMAN Sultra Minta Polda Audit PT Erianti Mandiri Sejahtra

BARADUPA.COM – KENDARI.   Aroma dugaan praktik ilegal kembali menyeruak di sektor distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Tenggara. Selasa (16/06/2026).

Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sultra secara terbuka menantang aparat penegak hukum untuk tidak tutup mata terhadap dugaan penimbunan solar dan aktivitas usaha tanpa izin yang menyeret nama PT Erianti Mandiri Sejahtra.

Desakan ini bukan tanpa dasar. AMAN mengaku mengantongi sejumlah informasi dari masyarakat yang menyebut adanya aktivitas penyimpanan dan distribusi solar dalam skala mencurigakan.

Praktik tersebut diduga berlangsung tanpa pengawasan ketat, bahkan disinyalir melanggar aturan perizinan yang berlaku.

Koordinator AMAN Sultra, Firman Adhyaksa, menegaskan bahwa aparat kepolisian, khususnya Polda Sultra, tidak boleh lamban merespons dugaan yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat luas.

Baca Juga  Sambut HUT RI ke-81, Kodim 1417/Kendari Gelar Beragam Lomba untuk Pererat Kebersamaan

“Ini bukan sekadar isu biasa. Jika benar terjadi penimbunan dan distribusi ilegal, maka ada potensi kerugian besar yang harus diusut tuntas. Kami mendesak Polda Sultra bertindak cepat, profesional, dan transparan,” tegas Firman.

Menurutnya, praktik penimbunan solar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak langsung pada kelangkaan BBM di tengah masyarakat.

Situasi ini membuka dugaan adanya permainan distribusi yang menguntungkan pihak tertentu, sementara masyarakat justru dirugikan.

Tak hanya itu, AMAN juga menyoroti aspek legalitas operasional perusahaan tersebut.

Mereka meminta aparat mengaudit secara menyeluruh dokumen perizinan PT Erianti Mandiri Sejahtra, mulai dari izin usaha, penyimpanan, hingga distribusi BBM.

“Jangan sampai ada perusahaan yang bebas beroperasi tanpa izin yang jelas. Ini preseden buruk bagi penegakan hukum dan tata kelola energi di daerah,” tambahnya.

Baca Juga  Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Lebih jauh, AMAN mendorong adanya koordinasi lintas instansi untuk mengawasi distribusi BBM di Sultra yang dinilai rawan disalahgunakan. Mereka menilai lemahnya pengawasan bisa menjadi celah subur bagi praktik ilegal yang merugikan negara.

Kini publik menunggu langkah konkret Polda Sultra. Apakah dugaan ini akan diusut hingga tuntas, atau justru kembali tenggelam tanpa kejelasan?

Satu hal yang pasti, sorotan terhadap dugaan “mafia solar” di Sulawesi Tenggara semakin menguat dan tekanan publik kian tak terbendung.

Sampai berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.

Share :

Baca Juga

News

Kebakaran Lahan di Nanga-Nanga Kendari, TNI-Polri dan Damkar Bergerak Cepat

News

GREAT Institute: Visi “Jalan Raya Pasifik” Prabowo Terobosan Doktrin Geopolitik Maritim 

News

Komisi III DPR RI Angkat Bicara soal Media Simpul Indonesia Dilaporkan PT GMS

News

Yusran Akbar Instruksikan Penguatan Personel dan Sarpras Hadapi Karhutla serta Kekeringan

Komunitas

Pengurus JMSI Sumbar Dilantik, Tantangan Membangun Media Siber Sehat Menanti

News

Presiden Terima Delegasi Tiongkok, Indonesia Tegaskan Peran sebagai Stabilizing Power di Kawasan

News

Barata Kahedupa Gelar Peringatan Maulid Nabi, Lakina Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi

News

Adhi Yaksa Soroti Laporan terhadap Wartawan Simpul Indonesia: Utamakan Mekanisme Pers