Home / News

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:28 WIB

Webinar Komdigi-DPR RI Soroti Ancaman AI, Hoaks, dan Lunturnya Etika Digital

BARADUPA.COM – JAKARTA.   Penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital. Arus informasi yang begitu cepat, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), maraknya hoaks, hingga lunturnya etika bermedia menjadi tantangan yang harus dijawab dengan penguatan ideologi, literasi digital, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa.

Hal tersebut mengemuka dalam Webinar Forum Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) bersama DPR RI bertajuk “Penguatan Ideologi Pancasila di Tengah Tantangan Bangsa di Tengah Era Digital” yang menghadirkan narasumber Dr. H. Sukamta (Anggota DPR RI), Asep Rohmatullah, S.Fil.I., M.M. (Peneliti NEXT Indonesia), dan Wahyudi Syakuri, S.Pd.I., M.S. (Ketua DPD KNPI Gunungkidul), diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (2/7).

Anggota DPR RI, Dr. H. Sukamta, menegaskan bahwa ruang digital kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi, khususnya AI, menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan baru dalam menjaga identitas dan nilai kebangsaan.

“Digital bukan lagi sekadar gangguan, tetapi sudah menjadi bagian dari irama hidup kita. Karena itu, kita harus memiliki alat saring agar tetap memiliki kesadaran sebagai warga negara Indonesia yang berpegang pada nilai-nilai Pancasila,” ujar Sukamta.

Baca Juga  Proyek Rehabilitasi DAS BPKH Kendari Diduga Sarat Konflik Kepentingan

Ia menjelaskan bahwa algoritma media sosial tidak bersifat netral karena membawa nilai dan kepentingan tertentu. Oleh sebab itu, Pancasila harus menjadi kompas moral dalam menyaring berbagai informasi dan budaya global yang masuk melalui ruang digital.

Sementara itu, Peneliti NEXT Indonesia, Asep Rohmatullah, memaparkan bahwa Pancasila bukan hanya ideologi negara, melainkan sistem nilai yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa. Ia mengibaratkan Pancasila sebagai pondasi rumah, UUD 1945 sebagai kerangka, NKRI sebagai rumah besar, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat persatuan bangsa.

Mengutip berbagai hasil survei, Asep menyebut mayoritas masyarakat Indonesia masih meyakini Pancasila sebagai rumusan terbaik bagi bangsa. Namun, ia mengingatkan bahwa era digital juga membawa ancaman berupa krisis etika digital, penyebaran hoaks, radikalisme, hingga infiltrasi ideologi asing.

“Pancasila bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi merupakan perangkat lunak keamanan masa depan bangsa,” tegasnya.

Menurut Asep, penguatan literasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan ideologi agar masyarakat mampu menghadapi tantangan dunia digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Baca Juga  Wagub Jihan Buka Rakernas PJ91, Soroti Kekuatan Persaudaraan Lintas Generasi

Senada dengan itu, Ketua DPD KNPI Gunungkidul, Wahyudi Syakuri, menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi Pancasila di era digital. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan media digital sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat persatuan.

“Mari kita banjiri ruang digital dengan konten-konten kreatif yang bernafaskan Pancasila. Jangan biarkan ruang digital dipenuhi hoaks dan ujaran kebencian yang memecah belah bangsa,” ujarnya.

Wahyudi juga mengajak masyarakat untuk membangun budaya bermedia yang beretika, menghargai perbedaan, menyaring informasi sebelum membagikannya, serta menjadikan teknologi sebagai sarana memperkuat gotong royong dan kepedulian sosial.

Melalui forum diskusi ini, para narasumber sepakat bahwa penguatan ideologi Pancasila tidak cukup hanya melalui hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, terutama dalam aktivitas di ruang digital. Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk membangun ekosistem digital yang sehat, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai pondasi menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing di era transformasi digital.

Share :

Baca Juga

Komunitas

Laode Muhammad Nadin Al Jisri Resmi Emban Amanah sebagai Plt Ketua DPC PERMAHI Kendari

Komunitas

Di Kunming, Ketum JMSI Dorong Pers Asia Jadi Garda Terdepan Melawan Disinformasi

Komunitas

Soroti PT CAM, HMKS Ingatkan Investasi Tak Boleh Mengorbankan Hak Masyarakat

News

Jubir Gerindra yang Juga Anggota Mahkamah Kehormatan DPR RI Pastikan Penyaluran Sertifikat PTSL Tepat Sasaran di Kendari

Komunitas

HMKS Minta Evaluasi Total PT GAP Sebelum RKAB Disetujui

Komunitas

Aksi Berlanjut, Koalisi Aktivis Sultra Tagih Ketegasan Kapolda Evaluasi Kapolres Kolut

Komunitas

Aksi Renungan Moral AMAN Sultra, Soroti Rapuhnya Sistem Pengamanan Tahanan di Kolut

News

Syamsul Ibrahim Pantau Langsung Kesiapan Arena Kontingen Pramuka Konawe di Cibubur