Home / News

Sabtu, 11 Mei 2024 - 23:17 WIB

Tinjau Banjir Di Waworaha Lambuya, Harmin Ramba Usulkan Penanggulangan Sementara Ke BWS

BARADUPA.COM – KONAWE.  Pejabat Bupati Konawe Dr. H. Harmin Ramba, SE., MM, kembali meninjau korban banjir di Desa Waworaha, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (11/5/2024) sore tadi usai kunjungan di Bendungan Ameroro mendampingi Pj Gubernur Sultra.

Saat kunjungan, Pj Bupati Konawe Harmin Ramba mengatakan kondisi masyarakat Desa Waworaha sangat memperihatinkan.

“Sangat memperihatinkan. Sudah dilanda banjir, akses jalannya pun juga susah, perekonomian lumpuh,” Sedih Harmin Ramba panggilan akrab Pj Bupati Konawe.

Harmin menjelaskan, terjadinya banjir diakibatkan bobolnya tanggul kali Konaweeha, sehingga menyebabkan luapan air yang begitu besar, ditambah lagi musim hujan.

Baca Juga  CEO PT JNP Tak Hadir dalam Pemeriksaan Dugaan Intimidasi Wartawan, Polisi Layangkan Panggilan Kedua

“Tanggul kali Konaweeha bobol dibagian bawah, sehingga air meluap keluar,” jelas Harmin.

Sehingga kata dia, karena tanggul tersebut berada pada kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, dirinya telah perintahkan untuk membuat surat berita acara untuk mengusulkan penanggulangan sementara terhadap tanggul tersebut.

“Penanggulangan sementara perlu dilakukan penambahan tinggi tanggul dan perkerasan tanggul,” katanya.

Kemudian yang paling penting kata Harmin, perlu dilakukan perkerasan jalan sepanjang 6 kilo meter masuk di Desa Waworaha, sebab itu masuk wilayah Pemda Konawe

Baca Juga  Adhi Yaksa Soroti Laporan terhadap Wartawan Simpul Indonesia: Utamakan Mekanisme Pers

“Insya Allah saya langsung programkan di tahun 2025 untuk perkerasan jalan desa,” ujarnya.

Harmin Ramba menyebut ada 150 KK di Desa Waworaha terendam banjir. Pihanya telah memberikan bantuan 150 sak beras, Indomie, Telur. Kemudian juga telah dipasang posko tanggap darurat untuk menyiapkan air bersih dan air minum.

Terkait pengungsian, saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing, sebab rumah mereka rata-rata rumah tinggi (rumah panggung), berbeda dengan di Desa Laloika Pondidaha, disana mereka mengungsi.

Share :

Baca Juga

News

Kebakaran Lahan di Nanga-Nanga Kendari, TNI-Polri dan Damkar Bergerak Cepat

News

GREAT Institute: Visi “Jalan Raya Pasifik” Prabowo Terobosan Doktrin Geopolitik Maritim 

News

Komisi III DPR RI Angkat Bicara soal Media Simpul Indonesia Dilaporkan PT GMS

News

Yusran Akbar Instruksikan Penguatan Personel dan Sarpras Hadapi Karhutla serta Kekeringan

Komunitas

Pengurus JMSI Sumbar Dilantik, Tantangan Membangun Media Siber Sehat Menanti

News

Presiden Terima Delegasi Tiongkok, Indonesia Tegaskan Peran sebagai Stabilizing Power di Kawasan

News

Barata Kahedupa Gelar Peringatan Maulid Nabi, Lakina Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi

News

Adhi Yaksa Soroti Laporan terhadap Wartawan Simpul Indonesia: Utamakan Mekanisme Pers