BARADUPA.COM – KONAWE. Upaya memperkuat sektor pangan dan pertanian kembali digalakkan Pemerintah Kabupaten Konawe melalui kegiatan Temu Wicara Penyusunan Jadwal Tanam, Pola Tanam, serta Rencana Pemberian Air (RPA) di wilayah Daerah Irigasi Konawe Zona V/VI. Pertemuan yang dipusatkan di Aula Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Jumat (28/11/2025), resmi dibuka oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pertanian, PUPR, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, Bappeda, BP4K, aparat kecamatan, kepolisian, hingga perwakilan P3A, GP3A, dan kelompok tani. Ketua Komisi Irigasi Konawe sekaligus Kepala Bappeda, Sriani, turut memimpin jalannya diskusi teknis.
Implementasi Regulasi Ketahanan Pangan Nasional
Dalam sambutannya, Bupati Yusran menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.
“Dalam aturan itu disebutkan bahwa cadangan pangan dapat disalurkan untuk penanggulangan kemiskinan, kerawanan pangan, kekurangan pangan, pengendalian gejolak harga dan inflasi, serta perlindungan produsen dan konsumen,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa ketahanan pangan menjadi fokus utama pembangunan daerah, sekaligus mendukung prioritas nasional melalui Astra Cita Presiden. Sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan disebut sebagai pilar penting keberhasilan program nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Bupati menggambarkan hubungan antara produksi pertanian dan kecukupan gizi masyarakat sebagai sesuatu yang “setipis kulit bawang”, menegaskan pentingnya penguatan produksi lokal.
Koperasi Desa Merah Putih Disiapkan Jadi Offtaker
Dalam forum tersebut, Bupati juga mendorong Koperasi Desa Merah Putih untuk berperan sebagai offtaker yang mengelola dan menyalurkan hasil pertanian masyarakat. Keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi penghubung antara petani dan kebutuhan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis.
“Pertanian menjadi langkah pertama, makan bergizi langkah kedua, dan koperasi menjadi jembatan yang memastikan semuanya berjalan,” ungkap Yusran.
Penguatan Pembangunan Desa Lewat Program BERSAHAJA
Bupati kembali menegaskan arah pembangunan daerah melalui program BERSAHAJA (Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan) dengan tema Membangun Desa, Menata Kota. Ia menekankan bahwa pembangunan harus dimulai dari desa untuk menghindari ketimpangan.
“Kalau kotanya duluan dibangun sementara desa tertinggal, ketimpangan ekonomi akan semakin besar,” tegasnya.

Perhatian Serius pada Irigasi dan Penyerapan Gabah
Bupati memberikan apresiasi kepada masyarakat Amonggedo dan Meluhu yang tetap mampu berproduksi meski menghadapi keterbatasan irigasi. Ia menegaskan telah meminta Dinas PU untuk memberi perhatian khusus pada pemenuhan air pertanian.
Terkait penyerapan gabah, pemerintah bersama Bulog tingkat Kabupaten dan Provinsi terus melakukan pembelian hasil panen petani. Namun keterbatasan gudang penyimpanan masih menjadi tantangan. Pemerintah daerah merencanakan pembangunan gudang baru pada 2026 agar kapasitas penyimpanan semakin optimal.
Peningkatan Kualitas Produksi Jadi Fokus
Bupati mengingatkan petani agar berhati-hati membeli benih, terutama dari platform online yang tidak terjamin mutunya. Ia meminta penyuluh pertanian aktif mendampingi petani, dan masyarakat diminta melapor bila penyuluh tidak menjalankan tugas.
Pemkab Konawe menjamin ketersediaan benih unggul seperti Ciherang, Mekongga, dan MD70. Selain itu, demplot uji varietas akan dibangun untuk mengetahui jenis varietas yang paling cocok di tiap wilayah.

Kerukunan Jadi Fondasi Iklim Investasi
Menutup sambutannya, Bupati mengajak masyarakat Amonggedo, Meluhu, Morosi, dan sekitarnya untuk menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama. Menurutnya, persatuan adalah fondasi utama terciptanya iklim investasi yang baik.
“Pemerintah tidak akan pernah meninggalkan Bapak-Ibu. Kita bangun desa, kita benahi kota, dan kita kuatkan pertanian untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
1.137 Warga Terima Bantuan Pangan
Kegiatan temu wicara dirangkaikan dengan penyerahan bantuan pangan kepada 1.137 warga Kelurahan Ulu Benua. Untuk seluruh penerima di Kecamatan Amonggedo, bantuan berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng disalurkan untuk alokasi Oktober–November 2025.
Bupati berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga Konawe.















