BARADUPA.COM – KONAWE. Program Bantuan Pangan Nasional kembali digulirkan di Kabupaten Konawe. Usai pelaksanaan sebelumnya yang dipimpin Bupati H. Yusran Akbar di Kecamatan Amonggedo, giliran Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si turun langsung ke Kelurahan Inalahi, Kecamatan Wawotobi, Jumat (28/11/2025), untuk menyalurkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat. Sebanyak 1.202 kepala keluarga terdata sebagai penerima manfaat di wilayah tersebut.
Penyaluran berlangsung lancar dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kadis Ketahanan Pangan Abdul Hasim, SP., M.Si, Kepala Bulog Konawe M. Abdan Djarmin, serta aparat desa dan kelurahan dari seluruh wilayah Kecamatan Wawotobi.
Dalam sambutannya, Wabup Syamsul menjelaskan bahwa program bantuan pangan telah berjalan sejak 2023 dan kembali dilanjutkan pada tahun 2025. Bantuan yang dibagikan kali ini merupakan alokasi bulan Oktober dan November, sementara distribusi untuk Desember masih menunggu jadwal dari pemerintah pusat. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras serta 2 liter minyak goreng.
Ia menegaskan bahwa daftar penerima merupakan hasil verifikasi pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya mengusulkan, sementara pusat menetapkan berdasarkan indikator kelayakan. “Jika kondisi ekonomi sebuah keluarga membaik, mereka otomatis tidak lagi terdaftar,” jelasnya.
Wabup Syamsul juga menyampaikan bahwa total penerima bantuan pangan di Kabupaten Konawe mencapai 18.757 kepala keluarga, atau sekitar 10 persen dari alokasi nasional. Khusus Kelurahan Inalahi, jumlah penerima tercatat sebanyak 96 KK.
Di hadapan warga, Wabup kembali menekankan agar proses penyaluran di Inalahi dituntaskan pada hari yang sama, tanpa melewati pukul 00.00. Hal ini, menurutnya, penting untuk menghindari potensi salah paham maupun kecemburuan sosial.
Selain itu, ia memberikan arahan terkait pentingnya keakuratan data. Perangkat desa dan kelurahan diminta melakukan pendataan door-to-door apabila ada instruksi pembaruan data dari pemerintah pusat, provinsi, atau kabupaten. “Pastikan warga yang layak tidak terlewatkan. Kita bekerja dengan niat baik dan sesuai aturan,” pesannya.
Wabup Syamsul juga menegaskan bahwa beras yang dibagikan kepada penerima manfaat merupakan beras lokal Konawe, hasil panen terbaru para petani daerah, meskipun kemasan berasal dari pemerintah pusat. Konawe selama ini dikenal sebagai daerah surplus beras dan kerap memasok kebutuhan ke wilayah lain.
Ia berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan membantu meringankan beban kebutuhan rumah tangga. “Semoga bantuan ini digunakan sebaik-baiknya dan membawa keberkahan,” tutupnya.















