Home / Beranda / News

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:35 WIB

Kemenkum Sultra Serahkan Sertifikat EBT, Budaya Barata Kahedupa Dapat Perlindungan Hukum

Foto :  Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum Sultra, Topan Sopuan (Kiri) dan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra

Foto : Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum Sultra, Topan Sopuan (Kiri) dan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra

BARADUPA.COM – KENDARI. Upaya perlindungan terhadap warisan budaya daerah terus diperkuat. Kantor Wilayah Kementerian Hukum RI Provinsi Sulawesi Tenggara menyerahkan sejumlah Sertifikat Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) pada Selasa, 12 Mei 2026, di Kantor Wilayah Kemenkum Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan serentak se-Indonesia ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan hukum atas Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), mulai dari tarian tradisional, lagu daerah, upacara adat, kerajinan, hingga tradisi lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum RI Provinsi Sulawesi Tenggara, Topan Sopuan, mengatakan penyerahan Sertifikat EBT merupakan langkah strategis untuk memastikan warisan budaya daerah memiliki legitimasi hukum dan terlindungi dari potensi klaim pihak lain.

“Ini adalah bentuk perlindungan hukum terhadap Kekayaan Intelektual Komunal masyarakat. Budaya tradisional harus kita jaga bersama agar tidak mudah diklaim oleh pihak lain,” kata Topan.

Baca Juga  Musda JMSI Sumsel Kukuhkan Kepemimpinan Baru Secara Aklamasi

Meski demikian, ia mengakui proses sertifikasi budaya belum sepenuhnya selesai. Masih banyak warisan budaya di Sulawesi Tenggara yang belum terinventarisasi maupun tersertifikasi.

Menurutnya, percepatan pendataan budaya lokal dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dengan Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait.

“Kami sudah melakukan komunikasi dan koordinasi, lalu ditindaklanjuti melalui kerja sama formal dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau MoU. Di situ ruang lingkupnya jelas, sehingga kita bersama-sama menggali potensi budaya di setiap wilayah,” ujarnya.

Sertifikat Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) Lagu Iyamalahu

Dalam penyerahan tersebut, salah satu penerima sertifikat adalah Lembaga Adat Barata Kahedupa Wakatobi yang menerima Sertifikat EBT untuk syair lagu tarian Lariangi berjudul IYAMALAHU.

Sertifikat diterima oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Akhrul Djasmin Tabara, SE., MM, yang hadir mewakili Lakina Barata Kahedupa (Pimpinan Lembaga Adat Barata Kahedupa) lantaran pihak terkait berhalangan hadir.

Baca Juga  Teguh Santosa Sebut Ideologi Pembangunan Prabowo Jawaban atas Paradoks Indonesia

Akhrul menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Hukum RI atas perhatian terhadap perlindungan budaya lokal, khususnya budaya masyarakat adat.

“Ini menjadi bentuk perlindungan hukum bagi masyarakat adat, khususnya Lembaga Adat Barata Kahedupa. Jika suatu saat ada pihak tertentu yang mencoba mengklaim budaya ini, maka kita sudah memiliki dasar hukum yang kuat,” ujarnya.

Ia berharap sertifikasi ini dapat menjadi motivasi bagi daerah lain untuk segera menginventarisasi dan mendaftarkan budaya tradisional yang dimiliki.

Dengan diterbitkannya sertifikat EBT tersebut, syair lagu tarian Lariangi dengan judul Iyamalahu kini resmi tercatat sebagai warisan budaya yang memperoleh perlindungan hukum dari negara.

Laporan :  La Ode Hermawan

Share :

Baca Juga

News

Mahasiswa dan Pria Asal Wolasi Dilaporkan Terkait Dugaan Penggelapan Motor

Komunitas

Teguh Santosa Sebut Ideologi Pembangunan Prabowo Jawaban atas Paradoks Indonesia

News

Rich Club Kendari Disorot Soal Legalitas Live DJ, Pemerintah Diminta Cek Izin

Beranda

Kasus Eks Sekwan Konawe Utara Belum Tuntas, MAP HUKUM Desak Polda Bergerak Cepat

News

Kasus Dugaan Korupsi Sekretariat DPRD Konawe Utara Bergulir, Eks Sekwan Dipanggil Polisi

Komunitas

UKW PWI Konawe Angkatan I Resmi Ditutup, 25 Wartawan Dinyatakan Kompeten

Artikel

Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

Artikel

Hardiknas 2026, JMSI Tekankan Media Siber sebagai Penggerak Literasi Bangsa